Pasar modal yang efisien merupakan pasar modal yang bereaksi cepat terhadap informasi yang relevan, sehingga tidak akan diperoleh keuntungan abnormal yang konsisten. Pasar modal memiliki beberapa fenomena yang menungjukan penyimpangan dan bertentangan terhadap konsep pasar modal yang efisien (anomali pasar). Saah satu anomali pada tingkat pengembalian saham yaitu January effect dan holiday effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah January Effect Dan Holiday Effect Pada Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2014.
Data yang digunakan dalam penetian ini adalah data sekunder indeks yang terdapat pada Bursa Efek Indonesia periode 2005-2014. Sampel yang digunakan adalah indeks harga saham gabungan Indonesia tahun 2005-2014 dengan metode sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan metode yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Kruskal-Wallis H-Test untuk menguji January effect dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk holiday effect.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tidak terdapat January effect pada Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2014 dan tidak terdapat holiday effect pada Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2014.