Munculnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dan terus meningkatnya jumlah pelaku usaha UMKM memicu berkembangnya UMKM yang kompetitif dan berkualitas diberbagai sektor industri, salah satunya sektor industry kreatif. Terdapat tiga kota besar pusat pertumbuhan UMKM industri kreatif di Indonesia, salah satunya adalah Bandung. Di Bandung terdapat berbagai jenis UMKM dan yang terbesar adalah fashion. Guna mewujudkan harapan UMKM yang kompetitif dan berkualitas, pelaku usaha harus mampu menerapkan tiga roda fungsi dasar perusahaan, yaitu pemasaran, produksi/operasi, dan keuangan. Namun dalam penerapannya, perusahaan akan mengalami kendala dari masing-masing roda fungsi tersebut, termasuk pada roda fungsi operasi. Kendala pada fungsi operasi pastinya tidak lepas dari permasalahan rumitnya rantai pasok pada perusahaan berkembang, tidak terkecuali perusahaan UMKM. Karena itu penelitian ini ingin mengetahui kendala atau resiko-resiko yang menghambat kinerja rantai pasok pada perusahaan UMKM fashion di kota Bandung, Jawa Barat.
Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 122 pelaku UMKM fashion. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis faktor. Berdasarkan hasil penelitian terdapat sembilan resiko yang menghambat kinerja rantai pasok pada perusahaan UMKM fashion di kota Bandung, Jawa Barat adalah Logistic Side Risk, Corporate Strategy Risk, Manufacturing Side Risk, Product Risk, Transportation, Market Risk, Downside Risk, Union Strike, dan Inventory.
Kata kunci : UMKM, Resiko Rantai pasok, industri fashion, analisis faktor