Adanya salah satu pilar untuk mendorong lajurnya perekonomian selain dengan menata segala keuangan yang ada, yaitu dengan berinvestasi. Terdapat demografi investor yang dikategorikan didalam perusia. Usia 41-50 tahun dan 31- 40 tahun yang dikategorikan masuk kedalam generasi Y menghasilkan nilai investor sebesar 35,95%. Untuk usia di bawah 30 tahun yang termasuk kedalam kategori generasi Z menghasilkan nilai investor sebesar 55,38%. Setelah melihat beberapa jumlah investasi yang ada di Indonesia, investor harus tetap melihat kejadian atau fenomena yang beredar ditengahnya topik investasi. Pada tahun 2022 tercatat kerugian investasi ilegal mencapai angka Rp. 120,79 triliun dan angkat tersebut masuk ke dalam kategori angka yang jauh melonjak dari tahun-tahun sebelumnya (periode 2012-2021) mencapai Rp. 32,08 Triliun. Angka yang tercatat pada tahun 2022 termasuk angka kerugian tertinggi selama satu dekade ke belakang. Adapun penyebab dari naiknya angka kerugian tidak lain dan tidak bukan adalah karena munculnya faktor herding yang diikuti oleh sifat overconfidence kemudian mengeyampingkan risiko yang ada dan kurangnya pemantapan literasi keuangan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan bertujuan kausal dan memiliki strategi penelitian menggunakan sistem survei dengan kuesioner menggunakan software google form dengan hasil 435 responden sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian yang dilakukan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: (1) literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikaan terhadap risk tolerance. (2) herding behavior berpengaruh positif dan sigifikan terhadap risk tolerance. (3) overconfidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap risk tolerance. (4) literasi keuangan brpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. (5) herding behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. (6) overconfidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. (7) risk tolerance berpnagruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. (8) literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap keputusan investasi melalui risk tolerance. (9) herding behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi melalui risk tolerance. (10) overconfidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi melalui risk tolerance.
Kata kunci: Investasi, Generasi Y, Generasi Z, Literasi Keuangan, Herding Behavior, Overconfidence, Risk Tolerance