Financial technology (Fintech) telah menjadi inovasi penting dalam sektor keuangan, memberikan kemudahan dan efisiensi bagi masyarakat. Pengguna Fintech di Indonesia terus meningkat, terutama di kalangan Generasi Y dan Z. Namun, rendahnya tingkat literasi keuangan yang hanya mencapai 49,68% pada 2022 memunculkan risiko seperti penipuan dan kurangnya transparansi layanan. Dalam konteks ini, Market Discipline menjadi elemen penting untuk meningkatkan kepercayaan pengguna dan mendorong adopsi Fintech.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Perceived Benefit, gaya hidup, literasi keuangan, dan Perceived Risk terhadap penggunaan Fintech dengan Market Discipline sebagai variabel mediasi. Survei dilakukan terhadap 299 responden Generasi Y dan Z di Indonesia menggunakan kuesioner online. Analisis data menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Benefit berpengaruh positif signifikan terhadap penggunaan Fintech, yang berarti semakin besar manfaat yang dirasakan, semakin tinggi minat pengguna. Gaya hidup juga memiliki pengaruh positif, terutama bagi individu dengan pola hidup modern. Literasi keuangan berkontribusi positif dalam memaksimalkan penggunaan Fintech. Sebaliknya, Perceived Risk berpengaruh negatif, menunjukkan bahwa risiko yang dirasakan mengurangi niat untuk menggunakan Fintech. Market Discipline terbukti memainkan peran penting sebagai mediator, di mana mekanisme disiplin ini meningkatkan kepercayaan pengguna dengan memastikan transparansi dan pengawasan layanan Fintech.
Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa Generasi Y lebih dipengaruhi manfaat ekonomi, sementara Generasi Z lebih terdorong oleh kenyamanan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan Market Discipline sebagai variabel mediasi, menawarkan wawasan baru bagi pengembang Fintech dan pembuat kebijakan untuk meningkatkan literasi keuangan dan mekanisme perlindungan konsumen.
.
Kata Kunci: Fintech, Gaya Hidup, Literasi Keuangan, Perceived Benefit, Perceived Risk, Market Discipline.