Transformasi digital telah menjadi landasan pengembangan strategis di berbagai industri, mendorong perubahan mendasar dalam cara organisasi beroperasi, menciptakan nilai, dan berinteraksi dengan konsumen. Pentingnya fenomena ini ditegaskan oleh data terkini yang mencerminkan dampak ekonomi dan pertumbuhan investasinya. Menurut International Data Corporation (IDC), pengeluaran global untuk teknologi transformasi digital diperkirakan mencapai $3,4 triliun pada 2026, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 16,3% dari 2021 hingga 2026. Komitmen finansial ini menandakan pengakuan transformasi digital sebagai elemen penting untuk meningkatkan daya saing, memenuhi permintaan konsumen yang terus berkembang, dan mempertahankan relevansi di dunia digital. Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), analitik data besar, dan komputasi awan mendorong organisasi mengevaluasi kembali model bisnis tradisional, beralih ke platform digital, dan menyempurnakan layanan untuk mempertahankan efisiensi dan fokus pada konsumen. Seiring perubahan lanskap industri, perusahaan dituntut berinovasi dan mengadopsi kerangka kerja tangkas yang merespons data real-time dan kebutuhan pasar yang dinamis. Transformasi digital kini menjadi keharusan strategis bagi perusahaan yang ingin mengamankan keunggulan kompetitif dan membangun ketahanan jangka panjang dalam ekonomi global yang saling terhubung (Fitzgerald et al., 2014; Vial, 2019). Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi transformasi digital bagi PT XYZ, perusahaan penerbitan buku dan penjualan langsung berfokus pada keluarga, menggunakan metode SWOT dan Model Interaksi Strategi Grey-AHP. Penelitian ini menganalisis tantangan seperti penurunan penjualan buku fisik dan perubahan perilaku konsumen ke format digital, serta peluang eksternal seperti tren digital dan dinamika internal, termasuk kolaborasi tim dan kesenjangan keterampilan. Dengan mengintegrasikan SWOT dan Grey-AHP, prioritas strategis diperingkat untuk mengatasi ancaman eksternal dan kelemahan internal. Temuan utama menunjukkan PT XYZ harus menyelaraskan sumber daya manusia dan produk dengan tuntutan digital, memanfaatkan kapabilitas yang ada. Strategi ini bertujuan meningkatkan adaptabilitas dan daya saing dalam lanskap penerbitan yang dinamis, serta memberikan kontribusi baru terhadap formulasi strategi transformasi digital melalui model analitis hibrida.