Rumah yang layak huni memiliki peran penting dalam pembangunan komunitas di suatu wilayah. Kriteria rumah sehat menjadi standar minimum yang harus dipenuhi oleh setiap keluarga. Desa Candinata, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, memiliki badan pengawas, yaitu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) memiliki salah satu tugas yang berkaitan dengan pengawasan rumah sehat yang layak huni yaitu mencatat kelayakan rumah di wilayah tersebut. Pengawasan dilakukan di setiap pos Rukun Warga (RW) sebanyak 12 dan pos Rukun Tetangga sebanyak 24 dengan cara mengunjungi rumah warga satu per satu. Namun, pencatatan manual membutuhkan waktu lama karena data ditulis di buku pencatatan sebelum dimasukkan ke komputer. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan sistem pencatatan dan pengelompokan data secara akurat. Metode prototype digunakan dalam pengembangan sistem ini. Tahap communication dilakukan untuk mengumpulkan kebutuhan aplikasi dari pemangku kepentingan. Tahap quick plan berfungsi sebagai perancangan cepat untuk dasar pembuatan prototype. Tahap modelling quick design merepresentasikan aspek perangkat lunak yang dapat dilihat oleh pengguna. Selanjutnya, tahap construction of prototype membangun rancangan prototype aplikasi. Terakhir, tahap deployment delivery & feedback menyajikan hasil aplikasi kepada pemangku kepentingan yaitu sekretaris PKK yang merupakan perwakilan anggota PKK untuk mendapatkan evaluasi dan perbaikan. Aplikasi ini diuji menggunakan blackbox testing untuk memeriksa fungsionalitasnya dan user acceptance testing untuk menilai kelayakan penggunaannya oleh kader PKK. Hasil pengujian user acceptance testing menunjukkan skor 78,39%, yang berarti aplikasi ini dinilai "Bagus" dan dapat digunakan oleh kader PKK di Desa Candinata.
Kata kunci: prototype, rancang bangun, blackbox, user acceptance testing, rumah sehat