Isu politik dan keamanan (Polhukam) yang terjadi di Papua, khususnya isu pembebasan Pilot Susi Air Philip Mehrtens oleh kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menjadi atensi bagi media lokal di Papua. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk membuat analisis terkait cara kerja framingatau pembingkaian berita yang dilakukan pada tiga media lokal Papua yaitu Jubi.id, SuaraPapua.com, dan TribunPapua.com melalui model analisis framing Robert N. Entman dengan elemen define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Penelitian dalam pendekatannya menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif melalui observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan pada tiga media lokal Papua mempunyai fokus framing yang berbeda. Hal ini dapat terlihat dari isu dugaan suap, proses pembebasan, sampai dampak isu yang terjadi pada kehidupan masyarakat khususnya masyarakat adat di Papua. Perbedaan yang ada di dalam pemberitaan dipengaruhi oleh berbagai macam faktor seperti politik, latar belakang sosial, dan agenda yang ada pada masing-masing media. Penelitian ini memberikan implikasi yang ditujukan kepada media khususnya media lokal Papua agar lebih mengedepankan transparasi dan adil pada pemberitaanya. Selain itu, pemerintah dan Humas untuk lebih meningkatkan strategi komunikasi untuk publik agar mempunya literasi publik terhadap isu Polhukam.
Kata Kunci: Analisis Framing, Media pemberitaan, Pembebasan sandera, KB, Online