Keberhasilan pertumbuhan ekonomi belum dapat dianggap berhasil jika beban sosial semakin meningkat, tingkat pengangguran bertambah, distribusi pendapatan tidak merata, dan jumlah penduduk masih di bawah garis kemiskinan. Rata-rata tingkat pengangguran di Indonesia sebesar 5,67% jika di atas 5%, menunjukkan tidak ideal dan adanya tantangan untuk menekan angka pengangguran. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik dalam 34 provinsi dengan kurun waktu 10 tahun dari tahun 2014-2023, dengan meggunakan metode deskiriptif kuantitatif dengan alat analisis software R. Model untuk menganalisis data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu metode regresi data panel. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan pengukuran efek dari Tingkat Pengangguran Terbuka (Y) pada variabel Inflasi (X1), Produk Domestik Regional Bruto (X2), Indeks Harga Konsumen (X3), Upah Minimum Provinsi (X4), Angka Partisipasi Kasar tingkat SD/sederajat (X5), Angka Partisipasi Kasar tingkat SMP/sederajat (X6), Angka Partisipasi Kasar tingkat SMA/sederajat (X7). Berdasarkan hasil pemilihan model terbaik dipilih Random Effect Model (REM) model yang paling signifikan dengan nilai R-squared sebesar 0,27028 yang berarti Random Effect Model mampu menjelaskan 27,02% berdasarkan variabel X. Secara simultan, X1 , X2 , X3 , X4 , X5 , and X6 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan untuk mengatasi pengangguran diiIndonesia.
Kata Kunci: Angka Partisipasi Kasar; Inflasi; Regresi Data Panel; Tingkat Pengangguran Terbuka; Upah Minimum Provinsi