Penelitian ini membahas manajemen persediaan pada Gudang NTE (Network Terminal Equipment) PT. Telkom Akses (PTTA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan dan ketersediaan peralatan penting seperti modem, STB, IP cam, dan router WiFi. PT. Telkom Akses, sebagai anak perusahaan PT. Telkom Indonesia, memiliki peran krusial dalam mendukung akses informasi dan komunikasi tanpa batas di Indonesia.Gudang NTE di Dayeuhkolot, Bandung, merupakan salah satu pusat distribusi untuk beberapa Gudang di wilayah Bandung, termasuk Ahmad Yani, Bandung Centrum, Cijaura, Gegerkalong, Kopo, Sumedang, dan Ujung Berung. Namun, saat ini, Gudang NTE mengalami krisis persediaan yang mengakibatkan ketidakcukupan stok barang untuk memenuhi tingginya permintaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan krisis persediaan di Gudang NTE PT. Telkom, bagaimana usulan model persediaan yang optimal pada produk NTE di Gudang PT. Telkom Akses Bandung serta memberikan rekomendasi strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis data historis, wawancara dengan personel terkait, dan penggunaan model manajemen persediaan, dengan menggunakan metode Periodic Review System (s, S) dan Continuous Review System (R, s, S) yang dimana pada perhitungan persediaan ini menghasilkan ukuran lot pemesanan, level penyimpanan maksimal, reorder point dan juga safety stock. Dan pada perhitungan ini akan menghasilkan perhitungan yang paling minimum yang bisa menghasilkan nilai paling optimal. Setelah didapatkan nilai yang dihasilkan lalu melakukan perbandingan dari metode yang digunakan untuk permasalahan yang ada pada perusahaan merupakan metode continous review yang mana menghasilkan nilai persediaan yang paling optimal yaitu Rp. 176.602.496,81.