Aimey Fashion merupakan salah satu bisnis yang bergerak di bidang tekstil dan pakaian jadi yang menawarkan produk hasil rajut untuk wanita dengan berbagai model dan motif modern. Aimey Fashion saat ini hanya melakukan penjualan secara online, melalui e-commerce Shopee. Selama menjalankan bisnisnya, Aimey Fashion mendapatkan beberapa kali keluhan pelanggan yang kurang puas karena kurangnya kesesuaian produk dengan aslinya dan pelanggan tidak dapat mencoba produk secara langsung. Selain itu, bisnis ini juga memiliki pasar yang cukup potensial di Kota Bandung sehingga Aimey Fashion dapat mengembangkan bisnisnya dengan pembukaan toko offline. Penelitian ini mengkaji kelayakan pembukaan toko offline Aimey Fashion ditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial. Pada aspek pasar digunakan metode peramalan time series untuk mengestimasi permintaan dalam lima periode mendatang dan dilakukan survei pasar melalui penyebaran kuesioner. Pada analisis finansial, alternatif 1 berupa penjualan online menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp3.430.825.647. dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 91%. Sementara pada alternatif 2 dengan adanya penambahan pembukaan toko offline NPV meningkat menjadi Rp Rp3.460.143.375 dengan IRR sebesar 88%. Keputusan diambil berdasarkan analisis inkremental, yang menunjukkan hasil IRR inkremental sebesar 32%, lebih besar dari Minimum Acceptable Rate of Return (MARR) sebesar 17.05%. Oleh karena itu, alternatif 2 dengan adanya penambahan investasi pembukaan toko offline adalah alternatif terbaik yang dipilih.