Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah program optimalisasi kinerja karyawan di PT. X dengan mempertimbangkan tiga faktor utama, yaitu Flexible Working Arrangement (FWA), Work-Family Conflict (WFC), dan Turnover Intention (TI). Mengingat tantangan yang dihadapi oleh perusahaan terkait dengan tingkat turnover yang tinggi dan batasam kerja-kehidupan yang kurang optimal, penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara FWA, WFC, dan TI, serta dampaknya terhadap kinerja karyawan (EP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan PLS-SEM dan fsQCA, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 174 karyawan PT. X.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FWA secara signifikan dapat mengurangi WFC, yang pada gilirannya menurunkan TI dan meningkatkan kinerja karyawan. Analisis ini memberikan bukti bahwa FWA bukan hanya memberikan fleksibilitas dalam jam kerja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan karyawan yang mengarah pada peningkatan loyalitas dan produktivitas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merancang sebuah program yang mengintegrasikan FWA untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dengan mengurangi WFC dan TI.
Program yang diusulkan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi PT. X dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif dan produktif, serta mengurangi tingkat turnover. Penelitian ini juga menawarkan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yang dapat menguji implementasi jangka panjang dari program ini dan mengkaji faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kinerja karyawan di perusahaan IT.
Kata Kunci: Flexible Working Arrangement, Work-Family Conflict, Turnover Intention, Employee Performance, PLS-SEM, fsQCA