Meningkatnya era digitalisasi yang cepat menyebabkan persaingan bisnis menjadi semakin ketat dan rumit. Perusahaan – perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja organisasi untuk dapat terus bersaing dalam dunia bisnis atau industri. Termasuk diantaranya adalah badan usaha milik negara (BUMN). Peningkatan kinerja dalam BUMN merupakan hal yang penting mengingat BUMN merupakan agen pembangunan negara dan salah satu sumber penerimaan negara. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja organisasi adalah dengan menerapkan pembelajaran organisasi. Beberapa referensi menunjukan bahwa pembelajaran organsiasi atau organizational learning mempunyai pengaruh positif dalam meningkatkan kinerja organisasi. Oleh kerena itu, semakin besar tingkat kapabilitas pembelajaran organisasi atau organizational learning capability (OLC) maka semakin besar pula pengaruh terhadap kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penguatan OLC dengan mempetimbangkan pengaturan flexible working arrangement (FWA) untuk mendukung kinerja organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuisioner kepada seluruh menejer di PT. Len Industri (Persero). Sebanyak 100 kuisioner didapatkan dan dilakukan analisa menggunakan SEM PLS. Hasil penelitian membuktikan bahwa OLC memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi (t-statistic = 7,611; P-value = 0,000). Sementara itu, FWA terbukti dapat menjadi moderasi hubungan antara OLC dengan kinerja organisasi (t-statistic = 2,25; P-value = 0,026). Telah dilakukan analisa multigroup terhadap kelompok yang secara massif menerapkan FWA (high FWA) dan kelompok yang masih jarang melakukan FWA (low FWA). Penelitian ini juga melakukan analisa multigroup bahwa penerapan OLC pada kelompok high FWA memiliki pengaruh lebih besar terhadap kinerja organisasi dibandingkan pada kelompok low FWA.